JAMBI28.TV, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan bersama industri perbankan nasional mempertegas komitmennya dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Penguatan dilakukan melalui manajemen risiko iklim, peningkatan ketahanan sektor perbankan, serta perluasan kerja sama internasional di bidang pembiayaan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam penyelenggaraan The 2nd Indonesia Climate Banking Forum (ICBF): Climate Risk Management and Banking Resilience to Support Climate Finance Investment yang digelar di Jakarta, Kamis (26/2/2026)
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan transformasi sistem keuangan menuju sistem yang selaras dengan iklim merupakan bagian integral dari komitmen OJK dalam mendukung kebijakan pembangunan nasional.
Dalam forum tersebut, OJK bersama Pemerintah Inggris resmi meluncurkan Indonesia–UK Strategic Partnership Working Group on Climate Financing. Kelompok kerja ini menjadi tindak lanjut kemitraan strategis Indonesia–Inggris yang telah disepakati antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Januari lalu
Peluncuran Working Group dilakukan oleh UK Minister for the Indo-Pacific Seema Malhotra, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae
Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa sektor perbankan nasional memiliki ketahanan permodalan yang memadai untuk menyerap tekanan terkait iklim dalam skenario transisi yang terkelola dengan baik. Hal ini tercermin dari rasio CAR yang tetap berada di atas ketentuan regulasi
Selain peluncuran Working Group, OJK juga merilis dua publikasi strategis, yakni:
Climate Risk and Banking Resilience Assessment (CBRA)
Indonesia Banking Sustainability Maturity Report 2025 (SMART)
CBRA merupakan kerangka asesmen untuk mengukur dampak risiko iklim terhadap ketahanan perbankan secara forward-looking, sementara SMART menjadi tolok ukur tingkat kematangan implementasi keuangan berkelanjutan di sektor perbankan nasional
Ke depan, Indonesia Climate Banking Forum direncanakan menjadi agenda berkala sebagai wadah koordinasi antara otoritas, kementerian, lembaga pemerintah, serta industri jasa keuangan untuk memperkuat pembiayaan iklim dan keberlanjutan secara terukur dan berkesinambungan
Langkah ini menegaskan bahwa sektor keuangan Indonesia tidak hanya dituntut tangguh menghadapi risiko perubahan iklim, tetapi juga mampu menangkap peluang ekonomi hijau demi pertumbuhan berkelanjutan. (Agus)













































