JAMBI28.TV, BATANGHARI – Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari, kecamatan muara Bulian Provinsi Jambi. menekankan pentingnya Prioritas pelayanan kesehatan di Puskesmas difokuskan pada penanganan cepat (triase) untuk kondisi darurat, pelayanan prioritas bagi lansia/bumil/disabilitas, serta peningkatan mutu layanan klinis (UGD/Poned).
Dalam acara tersebut di hadiri asisten satu,m ripa’i , seketaris bakeuda Akmal ,kepala puskesmas,dan seluruh jajarannya
Kepala Dinas kesehatan Almi Cab, SKM mengatakan,”kepada sejumlah awak media usai kegiatan Serah terima jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari dan doa bersama dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1447 H tahun 2026 di aula kantor Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Batang Hari, Jumat ( 13/02/2026).
Fokus utama lainnya adalah pencegahan dan penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu (AKI), serta pengendalian penyakit tidak menular (PTM).
Bukan hanya prioritas pelayanan kesehatan di Puskesmas, namun dia juga akan lebih meningkatkan pelayan kesehatan di pusat pelayanan kesehatan di Kelurahan dan di desa.
Karena menurutnya unit pelayanan kesehatan di tingkat desa atau kelurahan itu merupakan perpanjangan tangan Puskesmas untuk mendekatkan akses layanan dasar maka perlu ditingkatkan.
“Fasilitas utama meliputi Puskesmas Pembantu (Pustu), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes/PKD), Posyandu (terintegrasi siklus hidup), yang fokus pada upaya promotif, preventif, dan kuratif dasar”, ujarnya
Puskesmas Pembantu (Pustu) yakni Unit di bawah puskesmas induk yang melayani masyarakat di wilayah lebih kecil, ini kita upayakan dikelola oleh bidan dan perawat.
Demikian juga dengan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang merupakan wadah kesehatan berbasis masyarakat, umumnya dikelola bidan desa dan kader, menangani pertolongan pertama dan promotif-preventif, tambahnya.
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) akan kita tingkatkan karena merupakan pusat layanan kesehatan dasar untuk ibu, balita, dan warga yang dijalankan oleh kader, kini terintegrasi (layanan terpadu).
Seluruh fasilitas (Pustu/Poskesdes) untuk layanan yang lebih komprehensif, terstruktur sesuai siklus hidup, terstandarisasi, dan juga perlu ditingkatkan
standarisasi peralatannya dan didukung tenaga kesehatan (perawat/bidan) serta kader setempat, lanjut Almi.
Kita akan prioritaskan pada Pelayanan Berbasis Masyarakat seperti Pemberdayaan kader untuk edukasi, penyuluhan, dan kunjungan rumah (pendekatan keluarga).
Tujuan dari prioritas ini adalah meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. (Ilham)














































