JAMBI28.TV, TANJAB TIMUR – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Alat dan Bengkel (Alkal) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi mulai melakukan pemeliharaan ruas jalan kabupaten di Desa Sungai Raya, Kecamatan Nipah Panjang, Senin, 26 Januari 2026.
Langkah ini diambil untuk menjaga fungsionalitas jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga pesisir di Provinsi Jambi tersebut.
Pengamatan di lokasi menunjukkan aktivitas alat berat yang tengah bekerja melakukan pemerataan permukaan jalan.
Setidaknya dua unit alat berat milik pemerintah daerah, yakni satu unit Bulldozer dan satu unit Vibratory Roller (mobil giling), dikerahkan untuk memastikan kepadatan material jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan ringan akibat cuaca.
Kepala UPTD Alkal Dinas PUPR Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Al Qodrial mengatakan, pemeliharaan ini merupakan bagian dari komitmen dinas untuk merespons cepat kondisi infrastruktur di wilayah kecamatan.
”Kami memaksimalkan alat berat yang ada di Alkal untuk melakukan perbaikan di titik-titik jalan yang mengalami kerusakan, khususnya di Desa Sungai Raya. Tujuannya agar akses transportasi masyarakat Nipah Panjang tetap lancar dan tidak terhambat,” kata Al Qodrial kepada wartawan, Senin 26 Januari 2026.
Ruas jalan di Desa Sungai Raya dikenal sebagai jalur penting bagi pengangkutan hasil bumi dan akses utama menuju pusat kecamatan.
Kondisi tanah yang labil di wilayah Tanjung Jabung Timur menuntut pemeliharaan berkala, agar kerusakan tidak meluas menjadi lubang yang membahayakan pengendara.
Pihak PUPR menargetkan pemeliharaan ini selesai dalam waktu dekat, tergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Al Qodrial juga menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah desa setempat terus dilakukan, guna memastikan area pengerjaan tidak mengganggu aktivitas harian warga secara signifikan.
Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan distribusi logistik dari dan menuju wilayah Kecamatan Nipah Panjang dapat terus normal, sekaligus menekan biaya transportasi angkutan.
[16.52, 26/1/2026] Wartawan Ilham: Lemahnya pengawasan oleh Dinas Perindagkop Sehingga terjadi penumpukan gas elpiji sangat mudah.
Batanghari ,Kurangnya pengawasan dan monitoring yang intensif oleh Disperindagkop terhadap pangkalan gas elpiji kabupaten Batanghari Jambi.
Seperti yang terjadi di kecamatan Tembesi penimbunan gas elpiji viral di media sosial
Yang di duga agen memicu penimbunan dan penyalahgunaan distribusi gas elpiji 3 kg, penimbunan tersebut bisa menyebabkan kelangkaan dan harga tinggi.
Kini sudah viral sehingga Perindagkop baru terjun ke lokasi tandanya Lemahnya pengawasan mempermudah oknum melakukan Penimbunan dengan mudah .
Disperindagkop seharusnya melakukan pengawasan ketat, memfasilitasi penambahan kuota di daerah yang membutuhkan, dan memberikan sanksi bagi penyalahguna subsidi.
Untuk mengatasi ini, pengawasan terpadu antara Disperindagkop, kepolisian, dan aparat desa sangat diperlukan agar pangkalan mematuhi ketentuan dan distribusi tepat sasaran.
Video sudah viral oleh masyarakat kepala bidang Dedi langsung turun ke lokasi ,”ia mengatakan saat di wawancara awak media ,jika dugaan tersebut terbukti benar maka tindakan tegas akan di ambil mulai dari sanksi berat yaitu berupa pencabutan izin operasionalnya pangkalan,” kata Dedi
Lanjutnya, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk menindak tegas oknum pangkalan nakal dan menjaga agar gas Elpiji bersubsidi benar-benar sampai ke tangan masyarakat miskin,” pungkasnya. (Ilham)














































