JAMBI28.TV, JAMBI – Wakil Walikota Jambi, Diza Hazra, secara resmi membuka Pasar Bedug Bahagia 2026 di kawasan Rumah Milenial eks Terminal Rawasari pada Kamis (19/2). Peresmian ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam menghidupkan kembali pusat ekonomi lokal, sekaligus memberikan wadah yang semarak bagi masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Dalam keterangannya, Diza menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar bedug tahun ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap kegiatan serupa di masa lalu yang dinilai kurang optimal. “Iya, pasar bedug kali ini alhamdulillah Pemerintah Kota Jambi tahun 2026 adanya di Terminal Rawasari. Kita sangat menyadari pasar bedug di tahun-tahun sebelumnya ada untuk masyarakat, tapi cukup kurang efektif,” ujar Diza.
Pemilihan lokasi di eks Terminal Rawasari dilakukan setelah melalui koordinasi intensif antara Pemerintah Kota Jambi, Wali Kota, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kawasan tersebut dipilih karena dinilai paling representatif untuk mengembalikan denyut aktivitas ekonomi yang dulunya sangat kuat di wilayah tersebut. “Makanya tahun ini koordinasi dengan Pak Wali dan juga seluruh Forkopimda, kita pengennya di tempat yang cukup representatif, yang dulunya memang menjadi salah satu penyumbang perekonomian Kota Jambi dari daerah pasar, daerah Terminal Rawasari,” jelasnya.
Pasar Bedug Bahagia 2026 ini melibatkan lebih dari 160 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menggerakkan pendapatan masyarakat selama bulan puasa. Selain fokus pada transaksi ekonomi, pemerintah juga menghadirkan nuansa Ramadan yang kental melalui berbagai agenda perlombaan. “Di saat yang bersamaan kita juga memajukan roda ekonomi Kota Jambi dengan melibatkan lebih dari 160 pelaku UMKM yang ada di sini,” katanya. Ia menambahkan, “Begitu juga karena ini memang Ramadan, kita ingin ada istiadat Ramadan itu yaitu perlombaan-perlombaan, khususnya di perlombaan Ramadan.”
Mengenai target ekonomi, Pemerintah Kota Jambi menaruh optimisme tinggi mengingat keberhasilan event-event sebelumnya yang mampu mencatatkan angka transaksi signifikan dalam waktu singkat. Dengan durasi penyelenggaraan yang berlangsung selama 30 hari penuh, perputaran ekonomi diharapkan dapat melampaui pencapaian sebelumnya. “Nah, sebenarnya kalau target terkait sumber ekonominya, kalau berdasarkan beberapa event yang kami lakukan kemarin cukup signifikan ada di angka 2 miliar, tapi itu kita jalankan hanya waktu semingguan,” ungkapnya. Ia menutup dengan harapan, “Dan harusnya sih dengan adanya pasar bedug yang ada di sini, dengan kolaborasi yang kami lakukan, pendekatan bersama, dan ini plusnya adalah 30 hari, harusnya bisa lebih dari angka tersebut,” pungkas Diza.














































