JAMBI28.TV, KOTA JAMBI – Semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda kembali mendapat dorongan kuat dari Pemerintah Kota Jambi. Hal ini terlihat dari kehadiran Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, dalam forum bisnis daerah yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Aula Rumah Kito, Kota Jambi, Senin (27/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Diza tampil sebagai pembicara utama yang memberikan pandangan strategis mengenai masa depan dunia usaha, khususnya bagi generasi muda.
Kegiatan forum bisnis ini menjadi ruang penting bagi para pelaku usaha muda untuk bertukar gagasan, memperluas jaringan, serta memperkuat kapasitas dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah. Dalam forum tersebut, Diza menegaskan bahwa pengusaha muda harus memiliki kemampuan adaptif yang tinggi agar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah era disrupsi digital yang semakin kompleks.
“Perkembangan teknologi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk cara berbisnis. Dunia usaha kini tidak lagi hanya bergantung pada cara konvensional, tetapi telah bertransformasi ke arah digital yang menghubungkan manusia, data, dan teknologi dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” ujar Diza.
Dalam paparannya, Diza menguraikan berbagai tantangan yang saat ini dihadapi oleh pengusaha muda. Ia menyebutkan setidaknya ada enam aspek utama yang perlu menjadi perhatian, yakni digitalisasi, perubahan nilai dan budaya, tantangan lingkungan, persaingan usaha, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta ketimpangan ekonomi dan akses permodalan.
“Keenam faktor ini, bukan hanya menjadi hambatan, tetapi juga peluang jika mampu disikapi dengan strategi yang tepat. Pengusaha muda dituntut untuk tidak hanya menjadi pelaku bisnis, tetapi juga inovator yang mampu menciptakan solusi dari setiap tantangan yang ada,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa era yang dihadapi saat ini adalah era Industri 5.0, di mana kolaborasi antara manusia dan teknologi menjadi kunci utama. Oleh karena itu, generasi muda harus mampu mengambil peran sebagai technopreneur, yakni wirausahawan yang memanfaatkan teknologi sebagai basis utama dalam menjalankan usaha.
Diza menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Mereka tidak hanya menjadi penerus, tetapi juga penggerak perubahan yang mampu menciptakan inovasi dan peluang baru.
Ia mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui tiga aspek utama, yaitu pendidikan (education), keterlibatan aktif (engagement), dan penciptaan lapangan kerja (employment).
Pendidikan menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, baik dari segi hard skill maupun soft skill. Sementara itu, keterlibatan aktif dalam berbagai sektor sosial, ekonomi, dan politik akan memperluas wawasan serta pengalaman generasi muda. Adapun penciptaan lapangan kerja menjadi indikator keberhasilan dalam membangun kemandirian ekonomi.
Selain membahas peran generasi muda, Diza juga menyoroti pentingnya pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menyebut bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian yang harus terus diperkuat melalui inovasi, digitalisasi, serta kolaborasi.
Generasi muda diharapkan mampu membantu UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital, seperti e-commerce dan media sosial, untuk meningkatkan pemasaran dan penjualan. Selain itu, mereka juga diharapkan berperan dalam meningkatkan literasi digital pelaku UMKM agar pengelolaan usaha menjadi lebih efisien dan kompetitif.
Tidak hanya itu, kolaborasi antara pengusaha muda dan UMKM juga dinilai penting dalam membuka akses permodalan, pelatihan, serta pengembangan kapasitas usaha.
Dalam forum tersebut, Diza juga memaparkan berbagai program unggulan Pemerintah Kota Jambi yang bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi daerah. Beberapa program yang disampaikan antara lain Balai Latihan Kerja Tematik (BALIKAT), Bank Harkat, serta Ruang Milenial (RUMEL).
Program BALIKAT difokuskan pada peningkatan keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri. Sementara itu, Bank Harkat hadir sebagai solusi pembiayaan bagi kelompok usaha masyarakat tanpa agunan, sehingga memudahkan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Adapun Ruang Milenial menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkreasi, berinovasi, serta mengembangkan ide-ide bisnis yang potensial. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Selain itu, Pemerintah Kota Jambi juga telah melaksanakan berbagai kegiatan pendukung, seperti pelatihan tematik bagi ribuan peserta, penyelenggaraan job fair dengan ribuan lowongan pekerjaan, serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui berbagai event dan festival.
Diza juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam dunia usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh mentalitas dan sikap. Ia menekankan pentingnya memiliki visi yang jelas, keberanian mengambil risiko, serta kesiapan menghadapi kegagalan.
Menurutnya, seorang pengusaha harus memiliki fleksibilitas dalam strategi, kemampuan membangun jaringan, serta keberanian untuk terus berinovasi. Dengan demikian, usaha yang dijalankan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dalam jangka panjang.
Forum bisnis yang dihadiri mayoritas generasi muda tersebut berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh semangat. Penyampaian materi yang komunikatif serta relevan dengan kondisi terkini membuat peserta antusias mengikuti jalannya diskusi.
Banyak peserta yang aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta memberikan masukan konstruktif. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki semangat tinggi untuk belajar dan berkembang dalam dunia usaha. (Herni)














































