JAMBI28.TV, BATANGHARI – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kabupaten Batanghari Jambi keluhkan mengenai tunjangan hari raya (THR) tak kunjung cair atau tidak sesuai yang di harapkan yang di alami saat ini dan waktunya satu hari lagi menjelang Lebaran 1447 hijrah tahun 2026
Kondisi tersebut memicu kekecewaan di kalangan PPPK penuh waktu dan para ASN yang hingga kini tidak ada kepastian
Dokumen Peraturan Bupati (Perbup) Batanghari Nomor 4 Tahun 2026 tentang teknis pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ketiga belas yang bersumber dari APBD Tahun 2026 kini menjadi perbincangan hangat setelah beredar luas di sejumlah grup WhatsApp Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batanghari.
Dalam dokumen tersebut dijelaskan teknis pemberian THR dan gaji ketiga belas bagi aparatur negara, pensiunan serta penerima tunjangan lainnya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.
Berdasarkan isi dokumen yang beredar, gaji ketiga belas direncanakan akan dibayarkan paling cepat pada Juni 2026. Bahkan dalam salah satu pasal disebutkan apabila gaji ketiga belas belum dapat dibayarkan pada waktu tersebut, maka pembayaran dapat dilakukan setelah bulan Juni 2026.
seorang sumber ASN yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan,” bahwa hingga saat ini
Pemimpin daerah setempat gagal memenuhi hak kesejahteraan pegawai lantaran Tunjangan Hari Raya (THR) tidak dibayarkan pada tahun ini.
Dugaan ini mencuat setelah sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab kabupaten Batanghari mengeluhkan ketidakpastian nasib mereka.
Kekecewaan pegawai semakin memuncak karena pemerintah daerah kabarnya hanya membayarkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk satu bulan dan gaji perangkat desa satu bulan ,THR sangat dinantikan oleh PNS,dan P3K, karena merupakan pendapatan bersih tanpa potongan.
kebijakan mendahulukan TPP daripada THR hanya menguntungkan pihak pejabat tertentu. Hal ini disebabkan nilai TPP pejabat yang cukup fantastis
Intinya sih kecewa, tapi mau bagaimana lagi. Kehidupan tetap berjalan meski tak ada THR,” pungkasnya ( Ilham)














































