Jambi28.Tv, 30 Januari 2026, Jambi – Dalam rangkaian penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) 2026, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., memberikan atensi khusus pada pemberdayaan UMKM melalui program BANK HARKAT. Program ini hadir sebagai solusi bagi pelaku usaha mikro yang selama ini kesulitan mendapatkan akses permodalan sehat. Maulana menyayangkan masih adanya masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol) dan rentenir padahal dana perbankan tersedia cukup besar.
Pemkot Jambi mencatat dana sebesar Rp110 miliar yang disiapkan pihak perbankan belum terserap secara maksimal oleh pelaku UMKM. Untuk itu, melalui PK tahun ini, OPD terkait diminta melakukan terobosan dalam pembinaan dan inkubasi bisnis. Pelatihan kewirausahaan melalui Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat) akan menjadi jembatan agar para pelaku usaha memenuhi kualifikasi akses pembiayaan berbunga rendah.
Wali Kota menekankan bahwa skema pembiayaan yang ditawarkan melalui BANK HARKAT sangat kompetitif guna membantu daya saing UMKM lokal. Dengan bunga yang dipatok rendah, diharapkan beban operasional pelaku usaha dapat berkurang. Program ini menjadi salah satu dari 11 pilar utama dalam mewujudkan masyarakat Kota Jambi yang lebih sejahtera dan mandiri secara ekonomi.
“Dana pembiayaan sebesar Rp110 miliar yang telah disiapkan perbankan belum terserap optimal karena sebagian masyarakat masih terjerat pinjaman online maupun rentenir. Oleh sebab itu, Pemkot Jambi tengah melakukan terobosan melalui penguatan pembinaan UMKM, inkubasi bisnis baru, serta pelatihan kewirausahaan melalui Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat) agar pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan dengan skema bunga rendah sekitar 3 persen per tahun,” ucapnya.
Selain BANK HARKAT, Pemkot Jambi juga terus memperkuat program Ruang Milenial (RUMEL) untuk mendukung kreativitas anak muda. Integrasi antara pelatihan di Balikat dan akses modal di BANK HARKAT diharapkan menciptakan ekosistem wirausaha yang tangguh. Penandatanganan PK oleh jajaran OPD menjadi komitmen nyata bahwa pemerintah hadir dalam setiap denyut nadi ekonomi masyarakat bawah.














































