JAMBI28.TV, BATANGHARI – Persoalan sampah di wilayah Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, kembali menjadi sorotan. Sampah masih terlihat berserakan di sejumlah titik jalan nasional, di antaranya di depan Brilink Bank BRI, depan Gedung Pemuda, hingga kawasan SPBU di Kelurahan Pasar Baru.
Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah tersebut tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat sekitar.
Kondisi serupa juga pernah terjadi sebelumnya, di mana tumpukan sampah di wilayah Muara Bulian tidak kunjung diangkut dan menimbulkan keluhan warga karena bau menyengat serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Bahkan, persoalan sampah di Batanghari disebut masih menjadi pekerjaan rumah serius, karena minimnya fasilitas tempat pembuangan serta rendahnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya.
Selain faktor fasilitas, rendahnya kesadaran masyarakat juga menjadi penyebab utama. Masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan, bahkan di pinggir jalan lintas nasional.
Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, setiap orang memiliki kewajiban untuk mengurangi dan menangani sampah rumah tangga, sementara pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan fasilitas serta melakukan pengawasan pengelolaan sampah.
Jika tidak ditangani dengan baik, tumpukan sampah dapat menjadi sumber berbagai penyakit seperti diare, demam berdarah, hingga infeksi saluran pernapasan, serta mencemari lingkungan sekitar.
Sejumlah warga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batanghari dapat segera mengambil langkah cepat, seperti menyiapkan tong sampah di beberapa titik rawan serta meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah.
Kebersihan dinilai memiliki peran penting, bukan hanya untuk kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai wajah dan citra daerah.

Lurah Pasar Baru juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di sepanjang jalan lintas nasional di wilayah Muara Bulian.
“Sampah bisa merusak pemandangan dan kesehatan. Kami berharap masyarakat menjaga kebersihan, karena wilayah Kelurahan Pasar Baru ingin bebas dari sampah,” ujarnya.
Sementara itu, seorang pengguna jalan bernama Yanto mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
“Saya sudah bingung dengan permasalahan sampah ini. Masyarakat masih sering buang sembarangan. Kalau dekat sungai, kadang dibuang ke sungai,” ujarnya.
Ia berharap dinas terkait segera menyediakan tong sampah agar petugas kebersihan dapat lebih cepat melakukan pengangkutan.
“Kami berharap masyarakat patuhi aturan, karena sudah ada larangan membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.
Persoalan sampah ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. (Ilham)














































