JAMBI28.TV. BATANGHARI – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang Hari, Andri, SP, menegaskan bahwa Konferensi Pimpinan Cabang (Konpercap) IPNU dan IPPNU bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan forum strategis yang menentukan arah dan masa depan kader muda Nahdlatul Ulama di daerah.
Menurutnya, Konpercap harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat organisasi, mengokohkan kaderisasi, serta menata arah perjuangan generasi penerus ulama agar lebih terarah dan berdampak.
“Konpercap ini harus melahirkan kepemimpinan yang kuat dan berintegritas. Kita membutuhkan pemimpin muda yang amanah, berakhlak, cerdas, dan mampu bekerja nyata, bukan hanya aktif dalam kegiatan,” ujar Andri.
Ia menekankan pentingnya kepemimpinan IPNU dan IPPNU yang mampu menjadi teladan dalam disiplin, komitmen organisasi, serta menjunjung tinggi nilai akhlakul karimah.
Selain itu, Andri berharap Konpercap mampu menghasilkan program kerja yang relevan dan menyentuh kebutuhan kader. Program tersebut, kata dia, harus fokus pada penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah, peningkatan kapasitas intelektual, pembinaan karakter, serta kegiatan sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Tidak boleh ada program yang hanya bagus di atas kertas. IPNU dan IPPNU harus tampil sebagai problem solver, bukan sekadar penggembira organisasi,” tegasnya.
Dalam proses musyawarah, Andri juga mengingatkan pentingnya kedewasaan dan sikap saling menghormati antar peserta. Ia menilai perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi organisasi, namun persatuan dan kesetiaan terhadap jam’iyyah harus tetap menjadi prinsip utama.
“Konpercap harus berlangsung secara santun dan bermartabat, tanpa intrik yang merusak persatuan. IPNU–IPPNU harus tetap berada di bawah satu panji besar, yaitu Nahdlatul Ulama,” katanya.
Lebih lanjut, Andri berharap IPNU dan IPPNU Kabupaten Batang Hari semakin solid dan siap menghadapi tantangan zaman, termasuk dinamika era digital dan perubahan sosial yang cepat. Menurutnya, kader muda NU harus mampu menjadi benteng moral, intelektual, serta akidah Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
Ia juga mendorong penguatan sinergi antara IPNU–IPPNU dengan PCNU, baik dalam kaderisasi, kegiatan keagamaan, maupun penguatan organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Anak muda adalah energi perubahan. Energi ini harus diarahkan sesuai khittah NU agar memberi manfaat bagi jam’iyyah, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Andri berharap Konpercap IPNU–IPPNU tahun ini menjadi titik awal kebangkitan baru dengan lahirnya kepengurusan yang solid, progresif, dan bekerja nyata.
“Semoga Allah SWT memberikan kelancaran, ketenangan, dan keberkahan dalam setiap proses Konpercap ini,” pungkasnya. (Ilham)











































