JAMBI28.TV, JAMBI – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menekankan krusialnya sinergi kolektif dalam memperkuat fondasi kewirausahaan di kalangan pemuda. Pesan ini disampaikan saat beliau menjadi narasumber pada acara Musyawarah Komunikasi Wilayah (Muskomwil) dan Jumpa Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Akbar BPW 1 FKKMI Sumatera Bagian Pertama, Sabtu (17/01/2026). Bertempat di Aula BPSDMD Provinsi Jambi, acara bertema “Bersinergi Membangun Peradaban Kewirausahaan Menuju BPW 1 FKKMI Sumbagtama Berkemajuan” ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, termasuk Ketua BPD HIPMI Jambi serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.
Dalam pemaparannya, Diza mengingatkan bahwa peran koperasi mahasiswa harus melampaui sekadar mencari keuntungan finansial bagi para anggotanya. Berpedoman pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang tetap relevan hingga kini, ia mendorong KOPMA untuk menjadi motor penggerak kontribusi sosial. Terkait hal ini, Diza menyatakan bahwa, “Esensi berkoperasi itu adalah kebermanfaatan. Bukan hanya untuk anggota, tapi juga harus memberi kontribusi sosial dan ekonomi bagi lingkungan sekitar.”
Mengingat Kota Jambi merupakan wilayah yang berfokus pada sektor perdagangan dan jasa namun minim sumber daya alam, kualitas manusia menjadi aset utama pembangunan. Pemerintah Kota Jambi berkomitmen penuh mendukung lahirnya wirausaha baru melalui penyediaan infrastruktur pelatihan dan pendanaan. Diza menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat) untuk mengasah keterampilan sesuai permintaan pasar, guna memastikan para pemuda memiliki bekal yang cukup sebelum terjun ke dunia bisnis.
Selain pelatihan, akses permodalan yang terjangkau juga menjadi prioritas Pemkot Jambi bagi warga lokal yang ingin berwirausaha secara kolektif. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui program Banharkat atau Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat. Diza memaparkan keunggulan program tersebut dengan menjelaskan, “Kami punya Balai Latihan Kerja Tematik atau Balikat, yang memberikan pelatihan kewirausahaan sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, ada program Banharkat, Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat, dengan bunga rendah hanya 3 persen per tahun bagi warga ber-KTP Kota Jambi.”
Di sisi lain, tantangan nyata bagi pengusaha muda dari generasi Z turut menjadi sorotan dalam forum tersebut. Ketua BPD HIPMI Jambi, Fadhillah Hasrul, mengungkapkan data bahwa meski minat Gen Z untuk berbisnis mencapai 66 persen, namun angka keberhasilannya masih sangat kecil, yakni hanya 1,7 persen. Hal ini mempertegas bahwa semangat saja tidak cukup; dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan ekosistem bisnis yang sehat agar koperasi mahasiswa mampu tumbuh menjadi unit usaha yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.













































