JAMBI28.TV, 12 Januari 2026, Jambi – Dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Timur, Wali Kota Jambi Maulana melakukan langkah konkret untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui integrasi teknologi informasi. Melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi, dilakukan penandatanganan kerja sama teknis dengan Bapenda Kota Malang terkait penggunaan sistem Persada dan Vesop. Langkah ini diharapkan mampu menutup celah kebocoran pajak pada sektor-sektor potensial.
Mengenai alasan penggunaan aplikasi tersebut, Maulana menegaskan pentingnya sistem pendukung yang sudah teruji. “Melalui kerja sama ini, salah satu poin pentingnya adalah, kita akan mengadopsi aplikasi Persada yang dimiliki Kota Malang, yang merupakan sebuah aplikasi sebagai sistem pendukung optimalisasi pendapatan daerah,” katanya. Implementasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Jambi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Wali Kota juga melihat adanya potensi besar pada sektor kuliner dan penginapan di Jambi yang bisa dimaksimalkan dengan sistem ini. “Alhamdulillah, hari ini kita telah menandatangani MoU untuk mengadopsi aplikasi PERSADA. Kota Jambi dan Kota Malang memiliki kemiripan sebagai kota perdagangan dan jasa, sehingga kami optimis aplikasi ini dapat membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, khususnya dari sektor perhotelan dan kuliner,” tutur Wali Kota Jambi.
Selain pengadopsi aplikasi Persada, kerja sama ini juga mencakup transfer keahlian dan pendampingan teknis bagi sumber daya manusia di BPPRD Kota Jambi. Maulana menekankan bahwa teknologi hanyalah alat, sementara keberhasilannya sangat bergantung pada integritas dan kompetensi para petugas di lapangan. Dengan adanya asistensi langsung dari tim Bapenda Kota Malang, diharapkan proses transisi digital ini berjalan mulus tanpa mengganggu pelayanan publik yang sedang berjalan, sekaligus memberikan rasa aman bagi para wajib pajak melalui sistem yang lebih transparan dan minim interaksi fisik.
Ke depannya, integrasi sistem Persada dan Vesop ini diproyeksikan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Smart City yang berfokus pada kemandirian fiskal. Pemkot Jambi menargetkan bahwa dalam kurun waktu satu tahun pertama implementasi, data perpajakan akan menjadi lebih akurat dan terintegrasi secara real-time. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk mengejar angka capaian PAD semata, tetapi juga untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sehat di Kota Jambi, di mana setiap pelaku usaha memiliki kepastian hukum dan kontribusi yang setara dalam pembangunan kota.














































