JAMBI28.TV, JAMBI — Kualitas udara di Jambi menjadi perhatian setelah kota ini tercatat berada di peringkat pertama dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada Senin (24/8/2026).
Meski kabut asap belum terlihat terlalu pekat, kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran di tengah aktivitas masyarakat, termasuk civitas akademika Universitas Jambi (UNJA).
Merespons kondisi tersebut, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Universitas Jambi memilih untuk bergerak melalui aksi “Bergerak Dampak” dengan membagikan sebanyak 1.500 masker secara gratis.
Aksi tersebut digelar pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di Gerbang Kampus UNJA Mendalo. Masker dibagikan langsung kepada mahasiswa, dosen, serta masyarakat yang keluar-masuk kawasan kampus.
Perwakilan KAMMI UNJA, Muammar, mengatakan pihaknya tidak ingin menunggu hingga kondisi udara semakin memburuk sebelum mengambil langkah.
“Data hari ini menempatkan Jambi di peringkat pertama kualitas udara buruk. Kami tidak bisa menunggu sampai parah. Kami pilih bergerak dan berdampak dari sekarang. Dimulai dari hal sederhana: membagikan masker,” ujar Muammar.
Menurut KAMMI UNJA, persoalan kualitas udara tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan, aktivitas perkuliahan, hingga mobilitas mahasiswa yang setiap hari beraktivitas di lingkungan kampus.
Pembagian masker tersebut diharapkan dapat membantu memberikan perlindungan bagi civitas akademika dan masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan di tengah kondisi kualitas udara yang kurang baik.
Melalui aksi “Bergerak Dampak”, KAMMI UNJA juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan.
KAMMI menilai langkah sederhana seperti menggunakan masker dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan diri, sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan kualitas udara.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus menunggu aksi besar. Dari langkah sederhana, kita bisa memberikan dampak nyata bagi orang-orang di sekitar kita,” ujar KAMMI UNJA.
KAMMI UNJA berharap kondisi kualitas udara di Jambi segera membaik sehingga aktivitas pendidikan, mobilitas, dan kehidupan masyarakat dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman. (Rilis)











































