JAMBI28.TV, KOTA JAMBI – Pemerintah terus mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan data kesejahteraan sosial guna memastikan penyaluran bantuan kepada masyarakat berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Perluasan Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial yang digelar di Kota Jambi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapperida Kota Jambi, Jumat pagi (22/05/2026), itu dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A. Turut hadir Direktur Integrasi Data Pembangunan Nasional bersama jajaran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.
Kota Jambi sendiri menjadi satu dari 42 daerah di Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi pilot project atau percontohan nasional program digitalisasi bantuan sosial.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menegaskan bahwa kualitas data menjadi faktor utama penentu keberhasilan setiap kebijakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Program pemerintah akan berjalan jauh lebih efektif apabila didukung oleh data yang valid, mutakhir, dan terintegrasi dengan baik antara pemerintah pusat dan daerah. Data yang kuat dan akurat adalah landasan utama agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Diza.
Menurutnya, penerapan sistem digitalisasi data sosial diharapkan mampu menghadirkan tata kelola bantuan sosial yang lebih transparan, akuntabel, dan mudah dipantau masyarakat. Selama ini, persoalan ketidaksesuaian data penerima bantuan masih kerap terjadi dan memicu polemik di tengah masyarakat.
Diza menilai persoalan tersebut umumnya bukan disebabkan unsur kesengajaan, melainkan karena proses pendataan dan verifikasi yang belum berjalan optimal serta belum terintegrasi secara menyeluruh.
Karena itu, integrasi data menjadi langkah penting untuk meminimalkan kesalahan penyaluran bantuan sekaligus memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Selain penguatan sistem data, pemerintah juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat penerima manfaat maupun pihak-pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan sosial.
“Tujuan utama dari program ini sederhana namun sangat penting, yakni memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan. Untuk itu, pendampingan dan edukasi kepada penerima manfaat maupun para agen penyebar informasi juga harus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Pemerintah Kota Jambi menyambut baik program strategis tersebut dan berharap digitalisasi bantuan sosial dapat meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan data kesejahteraan sosial demi kesejahteraan masyarakat. (Herni)











































