JAMBI28.TV, MUARO JAMBI – Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., menghadiri langsung acara peresmian Museum Sriwijaya Dharmakirti yang terletak di Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi, Desa Danau Lamo, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Jum’at, 31 Juli 2026.
Museum yang diproyeksikan menjadi pusat edukasi peradaban maritim ini diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc.
Pantauan di lokasi, acara peresmian berlangsung meriah dan khidmat. Sejak pagi, para tamu undangan disambut dengan tarian adat khas Jambi, disusul penampilan tari Klik Lang yang memukau.
Sejumlah pejabat teras turut hadir dalam peresmian ini, di antaranya Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Kajati Jambi, Sugeng Hariadi, S.H., M.H., Danrem 042/Gapu, Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Aidi Hatta, S.Ag., Anggota DPR RI Dr. H. Syarif Fasha, serta tamu undangan lainnya.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menegaskan, bahwa Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi adalah bukti autentik dari panjangnya jejak peradaban Nusantara.
Kehadiran museum baru ini diharapkan tidak sekadar menjadi tempat menyimpan barang antik, melainkan ruang hidup bagi sejarah.
“Keberadaan museum menjadi penting sebagai etalase budaya dan peradaban, sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal sejarah serta warisan leluhur,” ujar Fadli Zon.
Fadli juga menekankan pentingnya pengelolaan Museum Sriwijaya Dharmakirti secara profesional, mulai dari tata pamer, riset, hingga kesiapan pemandu wisata yang tersertifikasi.
“Kita berharap Museum Sriwijaya Dharmakirti bersama Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi ini dapat berkembang menjadi pusat edukasi dan penelitian bertaraf internasional, khususnya dalam mempelajari sejarah maritim dan tata kelola berbasis air,” tambahnya.
Momen penting lainnya dalam acara ini adalah penandatanganan prasasti peresmian, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI dengan Kapolda Jambi, yang disaksikan langsung oleh Fadli Zon.
Usai acara seremonial, rombongan menteri dan Forkopimda langsung meninjau fasilitas modern yang ada di dalam museum, mulai dari ruang imersif digital, gedung tata pamer utama, mini theater, perpustakaan, hingga area UMKM suvenir lokal.
Secara terpisah, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan, bahwa kehadiran pucuk pimpinan Polda Jambi ini merupakan komitmen nyata Polri dalam mengawal kelestarian budaya di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
“Bapak Kapolda Jambi menyambut baik peresmian Museum Sriwijaya Dharmakirti ini. Museum dan kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi bukan hanya menjadi aset budaya, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya bertaraf internasional,” kata Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji.
Erlan menambahkan, lewat PKS yang telah ditandatangani, Polda Jambi berkomitmen penuh dalam memberikan dukungan pengamanan di kawasan cagar budaya agar tetap lestari dan terhindar dari pemanfaatan yang tidak bertanggung jawab.
“Sinergi lintas sektor sangat diperlukan. Dengan adanya museum ini, kita juga berharap generasi muda semakin mengenal dan menghargai sejarah serta warisan budaya yang dimiliki Jambi. Ini identitas bangsa yang harus kita jaga bersama,” tandasnya. (Ilham)











































