27.2 C
Jambi City
Jumat, September 30, 2022

Satu Investor Sudah Siap Bangun Jalur Khusus Batu Bara di Jambi

- Advertisement -
- Advertisement -

JAMBI28TV, JAMBI – Progres pembangunan jalur khusus angkutan batu bara di Provinsi Jambi mulai tampak. Saat ini beberapa investor tertarik dalam berinventasi untuk pembangunan jalur tersebut.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jambi, Johansyah menuturkan beberapa investor yang tertarik itu yakni PT Putra Bulian Properti, PT Inti Prima Sakti, dan PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA).

Johansyah menyampaikan Pemprov Jambi sudah membentuk tim teknis. Tim ini pula yang akan menyeleksi para calon investor dalam pembangunan jalur khusus angkutan batu bara. “Untuk pembangunan jalan khusus batu bara, kita sudah menerbitkan SK Gubernur Jambi dalam pembentukan tim teknis jalur khusus batu bara. Tim inilah yang akan bekerja menyeleksi investor yang akan masuk di wilayah Jambi,” ujarnya.

Ia mengatakan ketiga perusahaan itu akan memaparkan usulan pembangunan, dan daya perusahaan. Rencananya ini dilakukan pada bulan Februari tahun 2022.

“Bagaimana kekuatan investor ini untuk membangun jalur batu bara. Kita minta akhir Februari ini, para investor itu memberikan pemaparan kepada tim,” ujarnya.

Pemprov Jambi, kata Johansyah, terbuka untuk menerima masukkan dari perusahaan untuk membangun jalur khusus angkutan batu bara, baik di daratan maupun di kawasan perairan.

“Kita terbuka betul. Bisa saja membangun untuk jalur di sungai, atau jalur darat. Nanti mereka akan paparkan itu, mana yang terbaik,” paparnya.

Sebelumnya, PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) berminat membangun jalur khusus muatan truk batu bara dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun sampai Rp 1,5 triliun. Iklan untuk Anda: Anda wajib minum ini! Agar tensi 120/80 dan pembuluh darah bersih Advertisement by Investor asal Jakarta ini menjelaskan, ingin membangun jalur khusus ini mulai dari Kabupaten Sarolangun sampai ke pelabuhan di Kabupaten Muarojambi dengan jarak 140 kilometer.

“Tentunya jalan itu mempertimbangkan aspek lingkungan dan tak masuk ke hutan lindung, jadi kami optimistis dalam akhir tahun ini bisa mulai kontruksinya,” tambahnya. (Agus/Sidik)

 

- Advertisement -
Latest news
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -