JAMBI28.TV, 11 Januari 2026, Jambi – Perjalanan karier Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, membuktikan bahwa lulusan kedokteran memiliki ruang pengabdian yang luas. Saat menjadi pembicara di Dies Natalis ke-52 FKUB, ia menceritakan bagaimana pengalaman mengelola klinik dan organisasi mahasiswa mengantarkannya menjadi Wali Kota Jambi. Ia mendorong para mahasiswa untuk tidak hanya terpaku pada praktik klinis semata.
Maulana mengungkapkan bahwa kemampuan kewirausahaan sangat membantunya dalam membangun infrastruktur kesehatan. “Saya sering mengelola klinik sehingga ilmu entrepreneurship di bidang kesehatan sangat berguna ketika saya mendirikan klinik dan rumah sakit menjadi bekal dalam mendorong sosial dan masyarakat,” ujarnya. Ia meyakini peluang di bidang politik terbuka lebar bagi tenaga medis yang ingin memberi manfaat lebih besar.
Menanggapi hal itu, FKUB menegaskan pentingnya perspektif alumni dalam menyusun kurikulum. Dengan melibatkan tokoh seperti Maulana, FKUB ingin memastikan lulusannya memiliki integritas dan kemampuan kepemimpinan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kampus adalah akar yang membentuk karakter pejabat publik di masa depan.
Lebih lanjut, Maulana menekankan bahwa integrasi antara kecerdasan klinis dan kemampuan manajerial merupakan kunci sukses dalam menghadapi tantangan sistem kesehatan yang semakin kompleks. Menurutnya, seorang dokter yang memahami birokrasi dan kebijakan publik akan jauh lebih efektif dalam mengalokasikan sumber daya kesehatan secara adil di masyarakat. Pengabdian di ranah politik bukanlah bentuk pengabaian terhadap sumpah dokter, melainkan sebuah perluasan skala pelayanan—dari mengobati pasien secara individu menjadi “mengobati” permasalahan sistemik di sebuah kota.
FKUB menyambut baik visi tersebut dengan merancang program-program strategis yang mampu mengasah soft skills mahasiswa, mulai dari manajemen konflik hingga literasi finansial. Dengan memperkuat jejaring antara akademisi dan praktisi di pemerintahan, institusi ini berharap dapat mencetak “dokter pemimpin” yang tidak hanya mahir menggunakan stetoskop, tetapi juga tangguh dalam pengambilan keputusan publik. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan efek domino positif, di mana lulusan kedokteran tidak lagi ragu untuk melangkah ke luar ruang praktik demi membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan bangsa.











































