JAMBI28.TV, 31 Januari 2026, Jambi – Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., terus melakukan langkah nyata dalam mengentaskan kemiskinan, khususnya melalui perbaikan kualitas hunian. Melalui kolaborasi strategis dengan BAZNAS Kota Jambi, pemerintah menargetkan renovasi 50 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga berpenghasilan rendah sepanjang tahun 2026. Program ini secara resmi dimulai dengan peluncuran di Kelurahan Kenali Asam Atas pada akhir Januari 2026.
Sebagai langkah awal, pembangunan telah dilakukan secara serentak pada 11 unit rumah di berbagai titik. Anggaran untuk program ini merupakan hasil dari upaya “jemput bola” yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Maulana ke BAZNAS pusat di Jakarta. Setiap unit rumah yang terpilih mendapatkan bantuan renovasi senilai Rp25 juta, dengan kriteria penerima manfaat yang berasal dari golongan mustahik dan telah melewati proses verifikasi yang sangat ketat.
Wali Kota Maulana menegaskan bahwa sisa 39 unit rumah lainnya akan dikerjakan secara bertahap setelah fase awal ini selesai. Saat meninjau langsung salah satu lokasi bedah rumah milik warga bernama Efendi, beliau menyampaikan bahwa ketersediaan anggaran ini dipastikan aman untuk memenuhi target yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memastikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang paling membutuhkan.
Program perbaikan rumah ini tidak berdiri sendiri, melainkan disinergikan dengan pengembangan infrastruktur lingkungan melalui skema “Kampung Bahagia”. Pemerintah Kota Jambi meyakini bahwa hunian yang sehat dan layak adalah fondasi utama untuk meningkatkan kualitas hidup, kesehatan keluarga, serta produktivitas ekonomi warga. Oleh karena itu, perbaikan rumah juga dibarengi dengan pembangunan fasilitas pendukung seperti jalan dan drainase yang memadai di sekitar permukiman.
Selain dukungan dari BAZNAS, upaya pengentasan kawasan kumuh di Kota Jambi juga diperkuat oleh bantuan aspirasi dari anggota DPR RI daerah pemilihan Jambi sebanyak 78 unit rumah. Sinergi lintas sektoral antara pemerintah pusat, legislatif, dan lembaga sosial ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif. Pemerintah Kota Jambi berkomitmen untuk terus menarik berbagai program bantuan dari pusat demi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakatnya.














































