JAMBI28.TV, BATANGHARI – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram atau gas melon kembali terjadi di wilayah Kelurahan Rengas Condong dan Kelurahan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi. Kondisi ini membuat warga terpaksa mengantre hingga berjam-jam demi mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Pantauan di pangkalan gas kawasan SPBU Pal 3, Kelurahan Muara Bulian, Senin (13/04/2026) malam, antrean panjang warga terlihat sejak pukul 18.45 WIB hingga sekitar pukul 21.35 WIB. Warga yang datang bahkan harus menunggu lama karena stok gas yang terbatas.
Kelangkaan gas LPG 3 kilogram ini membuat warga kesulitan untuk memasak. Gas melon yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga, khususnya bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah, menjadi sulit didapat.
Situasi ini memicu kepanikan dan emosi warga. Antrean panjang dan keterbatasan stok membuat warga harus berdesakan demi mendapatkan satu tabung gas untuk kebutuhan dapur mereka.
Tak sedikit warga yang mengaku kelelahan karena harus menghabiskan waktu berjam-jam di pangkalan gas. Namun mereka tetap bertahan demi memastikan keluarga di rumah tetap bisa makan.
“Menunggu ini pekerjaan yang membosankan dan bikin resah, apalagi gas melon sekarang sangat sulit didapat,” kata salah seorang warga saat ditemui di lokasi antrean.
Ia mengatakan, warga tidak memiliki pilihan lain selain mengantre lama agar bisa mendapatkan gas LPG 3 kilogram.
“Ya harus mau gimana lagi? Kalau tidak antre, nanti tidak dapat. Di rumah tidak bisa masak apa-apa,” ujarnya.
Menurut warga, kelangkaan gas LPG 3 kilogram ini bukan pertama kali terjadi. Kondisi serupa bahkan kerap berulang dan membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dapur mereka.
Gas LPG 3 kilogram selama ini menjadi andalan masyarakat kecil. Namun dengan kondisi kelangkaan yang terus terjadi, warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi distribusi gas agar tidak kembali menyulitkan masyarakat.
Sebelumnya, persoalan kelangkaan gas LPG 3 kilogram juga beberapa kali dikeluhkan masyarakat di wilayah Muara Bulian. Warga bahkan menduga distribusi gas tidak merata sehingga stok di pangkalan cepat habis dan menyulitkan masyarakat mendapatkan gas subsidi tersebut.
Kini, warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar kebutuhan gas masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas memasak di rumah tangga tidak terganggu. (Ilham)














































