JAMBI28.TV, JAMBI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi menggelar rapat paripurna dengan agenda laporan penjelasan Gubernur terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2025, Senin (30/3/2026). Rapat yang dipimpin Ketua DPRD M. Hafiz Fattah ini menyoroti capaian ekonomi makro sekaligus memberikan evaluasi kritis terhadap kinerja pendapatan daerah.
Dalam penyampaiannya, Gubernur Jambi Al Haris memaparkan bahwa kondisi ekonomi makro Provinsi Jambi pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 4,93 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh signifikan sebesar 8,88 persen, serta ekspor barang dan jasa yang naik 5,75 persen.
“Capaian ini sejalan dengan penurunan angka pengangguran terbuka yang menjadi 4,08 persen pada November 2025, serta penurunan angka kemiskinan menjadi 6,89 persen,” ujar Al Haris dalam rapat yang turut dihadiri Wakil Ketua I Ivan Wirata, Wakil Ketua II Samsul Ridwan, serta jajaran kepala OPD Pemprov Jambi tersebut.
Meski indikator makro menunjukkan tren positif, DPRD memberikan catatan serius pada sektor pendapatan. Ketua DPRD M. Hafiz Fattah menyayangkan realisasi pendapatan daerah yang hanya mencapai Rp 4,10 triliun atau 92,33 persen dari target Rp 4,44 triliun.
“Kami meminta dinas terkait yang targetnya masih jauh untuk mengevaluasi diri. Sangat disayangkan penerimaan di berbagai komponen belum optimal,” tegas Hafiz. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh di jajaran OPD agar target-target yang telah ditetapkan dapat tercapai di masa mendatang.
Selain pertumbuhan ekonomi, LKPJ 2025 juga mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 74,36 menjadi 75,13. Gubernur menekankan bahwa LKPJ ini merupakan instrumen transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada publik sesuai amanat UU Nomor 23 Tahun 2014. (Amel)














































