JAMBI28.TV, KOTA JAMBI – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), harus memiliki jiwa melayani serta mampu memberikan solusi yang tuntas terhadap setiap persoalan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Maulana saat menjadi keynote speaker pada Webinar ASN Siginjai Belajar Seri 02 Tahun 2026 bertajuk “Jambi Bahagia: Sigap Layani, Tuntas Beri Solusi” yang digelar oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Jambi, Kamis (18/6/2026). Webinar tersebut diikuti 1.120 peserta dari lingkungan Pemerintah Kota Jambi serta 68 peserta dari luar daerah.
Dalam arahannya, Maulana menekankan bahwa pelayanan publik yang berkualitas merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan visi Kota Jambi sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor 03 Tahun 2025, yakni mewujudkan Kota Perdagangan dan Jasa yang Bahagia. Konsep Bahagia sendiri merupakan akronim dari Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera.
Menurut Maulana, berbagai indikator pembangunan Kota Jambi saat ini menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,13 persen, tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka mengalami penurunan, inflasi tetap terkendali, serta rasio ketimpangan atau gini ratio menunjukkan perbaikan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa berbagai program pembangunan yang dijalankan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti besarnya potensi sumber daya aparatur yang dimiliki Pemerintah Kota Jambi. Saat ini, jumlah ASN di lingkungan Pemkot Jambi mencapai 10.067 orang, terdiri dari 4.342 PNS dan 5.725 PPPK. Jumlah tersebut, kata Maulana, harus diimbangi dengan semangat pengabdian dan budaya pelayanan yang kuat.
“Kalau setiap ASN memberikan satu pelayanan terbaik setiap hari kepada masyarakat, maka ada lebih dari 10 ribu pelayanan yang hadir setiap hari. Karena itu ASN harus memiliki jiwa melayani,” tegas Maulana.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ASN memiliki tiga peran utama, yakni sebagai garda terdepan pelayanan publik, pelaksana kebijakan pemerintah, dan agen perubahan birokrasi. Karena itu, aparatur dituntut mampu menjawab berbagai tantangan pelayanan publik di era modern, mulai dari tingginya ekspektasi masyarakat hingga percepatan transformasi digital.
Maulana juga mengingatkan bahwa di era media sosial saat ini, aparatur harus bekerja lebih profesional, disiplin, dan konsisten menjalankan standar operasional prosedur (SOP). Menurutnya, satu pelayanan yang dianggap kurang memuaskan dapat dengan cepat menjadi sorotan publik, meskipun telah banyak pelayanan baik yang diberikan.
Sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan, Pemerintah Kota Jambi terus mendorong transformasi digital melalui integrasi berbagai layanan publik, mulai dari layanan kependudukan, perizinan, perpajakan hingga pengelolaan pengaduan masyarakat melalui aplikasi JAGA. Ke depan, seluruh layanan pemerintah direncanakan dapat diakses melalui satu platform terintegrasi untuk memudahkan masyarakat.
Selain peningkatan kualitas pelayanan, Wali Kota juga menekankan pentingnya integritas ASN dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan agar seluruh aparatur menjauhi praktik pungutan liar dan tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.
“ASN sudah mendapatkan gaji dan tunjangan kinerja. Karena itu jangan sampai ada yang memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi. Hindari pungli dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maulana turut memaparkan sejumlah program unggulan yang menjadi bagian dari visi Kota Jambi Bahagia, di antaranya Kartu Bahagia, Balikat, Bank Harkat, Rumel, Lansia Bahagia, Kampung Bahagia, Kota Tangguh, Bahagia Berbudaya, Apel Kota, Balap, hingga layanan Call Center Bahagia 112. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Kampung Bahagia yang dirancang untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui kolaborasi antara RT, kelurahan, kecamatan, dan warga.
Sementara itu, Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, mengatakan bahwa webinar tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam meningkatkan kompetensi ASN agar mampu menjawab tuntutan masyarakat yang terus berkembang.
Menurutnya, tema “Sigap Melayani, Tuntas Memberi Solusi” bukan sekadar slogan, melainkan budaya kerja yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas aparatur pemerintah. ASN dituntut memiliki kepekaan, kecepatan, dan kesiapan dalam memberikan pelayanan, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.














































