JAMBI28.TV, KOTA JAMBI – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menegaskan komitmennya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Jambi Tahun Ajaran 2026/2027.
Pembukaan MPLS yang berlangsung di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Jumat (31/7/2026), diresmikan oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, perwakilan Kementerian Sosial RI, dan sejumlah tamu undangan.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu prioritas pemerintah pusat yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera, sekaligus menjadi instrumen memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Pada tahun ajaran ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 menerima lebih dari 300 peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Seluruh siswa merupakan anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data pemerintah yang telah melalui proses verifikasi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya program tersebut di Kota Jambi. Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota.
“Sejak awal kami mengusulkan agar Kota Jambi menjadi salah satu daerah penerima program Sekolah Rakyat. Alhamdulillah hari ini program tersebut mulai berjalan dan menjadi harapan baru bagi anak-anak yang membutuhkan pendidikan berkualitas,” ujar Maulana.
Ia menjelaskan, Pemkot Jambi bergerak cepat menyiapkan lahan serta berbagai infrastruktur pendukung agar pembangunan sekolah dapat segera direalisasikan sesuai arahan pemerintah pusat.
Maulana mengatakan, kawasan Sekolah Rakyat akan terus dikembangkan dengan melengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti sarana olahraga, tempat ibadah, hingga fasilitas pendukung lainnya guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.
Wali Kota juga mengaku bangga melihat perubahan para peserta didik sejak mengikuti program tersebut. Menurutnya, pendidikan yang baik mampu membangun karakter, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan potensi anak-anak.
“Saya melihat sendiri perubahan mereka. Dulu ada yang datang dengan perlengkapan sekolah yang sangat sederhana, sekarang mereka tampil percaya diri, disiplin, bahkan mampu berkomunikasi menggunakan beberapa bahasa asing. Ini bukti bahwa pendidikan mampu mengubah masa depan,” katanya.
Maulana memastikan seluruh peserta didik telah melalui proses verifikasi yang ketat sehingga bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan.
Selain fokus pada pendidikan anak, program Sekolah Rakyat juga akan menyentuh pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha produktif yang difasilitasi bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia.
“Harapannya bukan hanya anak yang memperoleh pendidikan berkualitas, tetapi kesejahteraan keluarganya juga meningkat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.
Kepada para orang tua, Maulana berpesan agar terus memberikan dukungan kepada anak-anak selama menjalani pendidikan berasrama.
“Awalnya mungkin mereka akan merindukan rumah. Namun para guru dan wali asuh akan mendampingi mereka dengan baik. Ini adalah kesempatan besar yang harus dimanfaatkan demi masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Suasana pembukaan MPLS berlangsung meriah. Para siswa menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari pidato menggunakan Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Jepang hingga penampilan seni lainnya. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan perlengkapan pendidikan dan kebutuhan harian kepada peserta didik, serta penyematan tanda peserta MPLS sebagai simbol dimulainya proses pembelajaran.














































