JAMBI28.TV, KOTA JAMBI – Di tengah berbagai tantangan pembangunan daerah, Kota Jambi menghadirkan sebuah pendekatan berbeda melalui Program Kampung Bahagia.
Program ini tak hanya bicara soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dilibatkan secara langsung dalam menentukan masa depan lingkungannya.
Saat meninjau program tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto melihat potensi besar yang dimiliki.
Ia bahkan mendorong agar program ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia.
“Ini bukan sekadar program, tapi model pembangunan yang bisa direplikasi secara nasional,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Dalam praktiknya, Kampung Bahagia memberikan kewenangan kepada masyarakat di tingkat RT untuk merancang pembangunan sesuai kebutuhan mereka.
Mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi, hingga kegiatan sosial, semuanya ditentukan melalui musyawarah warga.
Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan rasa memiliki sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.
Wali Kota Jambi, Maulana, menjelaskan bahwa konsep ini lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“Pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, bukan dari atas saja,” ujarnya.
Hasilnya mulai terlihat.
Sejumlah RT yang menjadi percontohan menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat.
Program ini juga mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui kegiatan berbasis komunitas.
“Program ini menggerakkan ekonomi karena dana langsung dikelola masyarakat,” kata Maulana.
Bagi Bima Arya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembangunan berbasis komunitas memiliki masa depan yang cerah.
Ia menilai, jika dikelola dengan baik, program seperti ini bisa menjadi solusi atas berbagai persoalan pembangunan di daerah. (Reni)














































