JAMBI28.TV, BATANGHARI – Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperluas areal tanam dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Batanghari menjadi sorotan. Salah satu lokasi proyek di belakang Pasar Baru, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, diduga belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena hingga kini belum ditanami padi.
Program cetak sawah tersebut merupakan bagian dari proyek strategis nasional di sektor pangan yang melibatkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani.
Berdasarkan kontrak kerja, total luas lahan yang akan dicetak di Kabupaten Batanghari mencapai 783,11 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan.
Namun, pantauan di lokasi menunjukkan lahan cetak sawah di belakang Pasar Baru masih belum ditanami. Warga sekitar menyebut kawasan tersebut juga kerap terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter. Proyek tersebut diketahui mulai dikerjakan pada 2025.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku hampir setiap hari melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, hingga saat ini lahan yang diharapkan menjadi area persawahan produktif belum menunjukkan aktivitas penanaman.
“Saya hampir setiap hari melintas di belakang pasar ini. Sampai sekarang belum juga terlihat persawahan yang ditanami padi. Tahun ini saja sudah dua kali banjir. Kalau banjir datang, warga dan anak-anak justru memancing ikan di lokasi itu,” ujarnya.
Warga tersebut juga menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap perencanaan proyek, terutama terkait kondisi topografi dan kerawanan banjir di lokasi cetak sawah.
“Kalau melihat kondisi sekarang, sepertinya survei awal dan kajian topografinya perlu dievaluasi. Kami berharap program ini benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan,” katanya.
Menurut warga, apabila lahan tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya, dikhawatirkan anggaran negara yang telah dialokasikan untuk pembangunan proyek tersebut tidak memberikan manfaat yang maksimal.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya meminta konfirmasi kepada Dinas terkait maupun pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Batanghari. Klarifikasi tersebut diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi di lapangan, progres pelaksanaan proyek, serta langkah yang akan dilakukan terhadap lokasi yang dilaporkan sering terdampak banjir. (Ilham)














































