JAMBI28TV, SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan menggelar Pelatihan dan Pengukuhan Relawan Pemadam Kebakaran Tahun 2026. Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Gerry Trisatwika tersebut digelar di EG Enterpreneur pada Selasa (29/09/2026).
Tampak kegiatan dihadiri Sekda Muhammad Arief, Asisten I Bupati, Kepala Dinas PKP Trianto, S.IP, M.E., Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BPBD, Sekdin DPKP Deni Subhan, S.IP, MH., jajaran dan staf Dinas PKP Sarolangun, serta Relawan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sarolangun 2026.
Trianto selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan menyebutkan, jika para relawan yang baru saja dikukuhkan akan diberikan pelatihan tentang pemadam kebakaran dan juga penyelamatan.
Ia juga mengatakan bahwa relawan tersebut nantinya akan menjadi garda terdepan di masyarakat untuk mencegah, melaporkan, dan menangani secara dini ancaman kebakaran serta kedaruratan lainnya.
“Kawan untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang terjadi di lingkungan masyarakat, sedangkan kejadian kebakaran lahan dan hutan, Redkar diharapkan dapat menginformasikan atau melaporkan ke BPBD atau Manggala Agni dan Dinas Kehutanan.
Sementara, Wakil Bupati Gerry Trisatwika berharap dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa relawan pemadam kebakaran memiliki peran yang sangat penting dalam membantu pemerintah, terlebih dalam upaya pencegahan dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Peran relawan ini tentunya sangat penting dalam membantu pemerintah, terutama dalam memberikan edukasi dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran,” sebutnya.
Diakhir kesempatan, dirinya berkomitmen untuk terus mengupayakan terpenuhinya perlengkapan yang saat ini belum sepenuhnya memadai. Terutama di wilayah yang cukup belum terjangkau oleh dinas pemadam kebakaran Sarolangun.
“Tentunya kami pemerintah daerah terus berkomitmen untuk memperbaharui dan memenuhi kelengkapan alat-alat kebutuhan damkar. Tertutama di beberapa wilayah yang saat ini belum terjangkau. Masih ada empat kecamatan lagi.” Pungkasnya.
50 orang peserta yang mengikuti pelatihan tersebut akan diberikan materi tentang standar operasional pemadaman, mulai dari penerimaan informasi, penanganan hingga akhir kegiatan. (Ridho)











































